Rangkuman Praktikum Algoritma dan Struktur Data



RANGKUMAN
ALGORITMA  DAN STRUKTUR DATA

MODUL 1-6

 


 

                                                                            Disusun oleh :

 

                    Nama                    Ahmad Baihaqi Hafid

                    NIM                      231080200035

                    Kelompok             11


Perkenalkan nama saya Haqi, saya dari jurusan Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang saat ini telah melaksanakan praktikum algoritma dan struktur data, blog ini saya buat agar mempermudah mencari rangkuman terkait materi Algoritma dan struktur data

POKOK BAHASAN I STRUKTUR DATA, ARRAY, POINTER, DAN STRUKTUR

PENDAHULUAN 
Pada pokok bahasan ini berisi penjelasan disertai contoh mengenai konsep struktur data,array,pointer,dan struktur yang menjadi pemahaman dasr bagi mahasiswa sebelum mempelajari struktur data, dimana konsep array, pointer,dan struktur digunakan untuk mempresentasikan sebuah struktur data, diharapkan mahasiswa dapat: 
a. Mengetahui konsep dasar struktur data.
b. Memahami konsep array,pointer,dan struktur.
PENYAJIAN (TUTORIAL) 
1. Konsep Dasar Struktur Data Struktur data adalah sebuah bagian dari ilmu pemrograman dasar yang mempuyai karakteristik yang terkait dengan sifat dan cara penyimpanan sekaligus pengguna atau pengakses data.
2. Konsep Dasar Array Array adalah kumpulan elemen-elemen data. Kumpulan elemen tersebut mempunyai susunan yang teratur. Jumlah elemen terbatas, dan semua elemen mempunyai tipe data yang sama. Jenis-jenis array : 
Array Satu Dimensi
Array Dua Dimensi
Array Multidimensi/Dimensi Banyak
Mengakses Elemen Array : Dalam bahasa c++, data array akan disimpan dalam memori pada alokasi yang berurutan. Element utama biasanya mempunyai indeks bernilai 0. Contoh : Float nilai_tes[5]; Jika pada contoh diatas, variable nilai_tes mempunyai 5 elemen, maka elemen pertama mempunyai indeks sama dengan 0, elemen kedua mempunayi indeks 
 1, dan seterusnya. Bentuk umum pengaksesan suatu elemen variable array adalah : Nama_var[indeks]; 
Gambar berikut memperhtiakan urutan komponen array dalam memori. Untuk variable array nilai_tes :
Inisialisasi Array : Array dapat diinisialisassikan secara langsung saat pertama kali dideklarasikan (efisien untuk array berdimensi sedikit). 
Contoh : int x [2] = {1,2}; 
Array dapat dideklarasikan terlebih dahulu, baru kemudian diisi elemennya.
Contoh : 
int x[2] ; 
x[0] = 1;
x[1] = 2; 

POKOK BAHASAN II LINKED LIST (SENARAI) PENDAHULUAN 

 Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai struktur data senarai (list) yang pembahasanya meliputi definisi dan representasi list, jenis-jenis list serta operasi- operasi dasar pada list, Sehingga setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu : 
 a. Menjelaskan definisi dan representasi list.
 b. Mengetahui jenis-jenis list. 
 c. Memahami operasi-operasi pada list.
PENYAJIAN (TUTORIAL)
 Linked List adalah sejumlah objek atau elemen yang dihubungkan satu dengan lainya sehingga membentuk suatu list. Sedangkan objek atau elemen itu sendiri adalah merupakan gabungan beberapa data(variable) yang dijadikan satu kelompok atau structure atau record yang dibentuk dengan perintah struct.

POKOK BAHASAN III STACK (TUMPUKAN) PENDAHULUAN 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai struktur data tumpukan atau stack, dimana stack merupakan suatu kumpulan data yang seolah-olah data yang diletakkan di atas data yang lain. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu untuk : 
a. Mengetahui dan memahami definisi stack. 
b. Memahami operasi-operasi dasar stack. 
c. Memahami representasi statis dan dinamis stack. 
PENYAJIAN (TUTORIAL)
 Stack adalah kumpulan elemen-elemen yang tersimpan dalam suatu tumpukan. Aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu:
 - Penyisipan selalu dilakukan ”di atas” TOP
 - Penghapusan selalu dilakukan pada TOP

POKOK BAHASAN IV QUEUE (ANTRIAN) PENDAHULUAN 


Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai antrian atau queue, dimana struktur data ini hampir sama dengan tumpukan atau stack yang merupakan struktur data yang linier. Perbedaannya adalah pada operasi penambahan dan pengurangan pada ujung yang berbeda. Setelah mempelajari materi ini diharapkan mahasiswa mampu:
a. Mengetahui dan memahami definisi antrian. 
b. Memahami operasi-operasi dasar pada antrian. 
c. Memahami representasi statis dan dinamis pada antrian 
PENYAJIAN (TUTORIAL) 
Antrian adalah suatu kumpulan data yang penambahan elemennya hanya bisa dilakukan pada suatu ujung (disebut sisi belakang atau REAR), dan penghapusan atau pengambilan elemen dilakukan lewat ujung yang lain (disebut sisi depan atau FRONT).

Elemen Karakteristik penting antrian sebagai berikut :
a. Elemen antrian yaitu item-item data yang terdapat dalam antrian. 
b. Head/front (elemen terdepan antrian). 
c. Tail/rear (elemen terakhir antrian). 
d. Jumlah antrian pada antrian (count).
 e. Status/kondisi antrian, ada dua yaitu : 
    • Penuh 60 Bila elemen di antrian mencapai kapasitas maksimum antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan penambahan ke antrian. Penambahan di elemen menyebabkan kondisi kesalahan Overflow.
     • Kosong Bila tidak ada elemen antrian. Pada kondisi ini, tidak mungkin dilakukan pengambilan elemen antrian. Pengambilan elemen menyebabkan kondisi kesalahan Underflow.

POKOK BAHASAN V REKURSIF PENDAHULUAN 

Pada pokok bahasan ini akan dibahas mengenai rekursif. Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu:
a. Mengetahui dan memahami defenisi rekursif. 
b. Memahami sifat-sifat rekursif. 
c. Mengaplikasikan rekursif. 
PENYAJIAN (TUTORIAL) 
Fungsi rekursif adalah suatu fungsi yang memanggil dirinya sendiri, artinya fungsitersebut dipanggil di dalam tubuh fungsi itu sendiri. Contoh menghitung nilai faktorial. Rekursif sangat memudahkan untuk memecahkan permasalahan yang kompleks. Sifat-sifat rekursif: - Dapat digunakan ketika inti dari masalah terjadi berulang kali. - Sedikit lebih efisien dari iterasi tapi lebih elegan. - Method-methodnya dimungkinkan untuk memanggil dirinya sendiri.
Data yang berada dalam method tersebut seperti argument disimpan sementara ke dalam stack sampai method pemanggilnya diselesaikan

POKOK BAHASAN VI SORTING (PENGURUTAN) PENDAHULUAN 

Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa mampu : 
a. Menunjukkan beberapa algoritma dalam pengurutan. 
b. Menunjukkan bahwa pengurutan merupakan suatu persoalan yang bisa diselesaikan dengan sejumlah algoritma yang berbeda satu sama lain.
c. Dapat memilih algoritma yang paling sesuai untuk menyelesaikan suatu permasalahan pemrograman. PENYAJIAN (TUTORIAL) Pengurutan data (sorting) didefinisikan sebagai suatu proses unuk menyusun kembali himpunan obyek menggunakan aturan tertentu. Ada dua macam urutan yang biasa digunakan dalam proses pengurutan yaitu :
 • Urutan naik (ascending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling kecil sampai paling besar. 
• Urutan turun (descending) yaitu dari data yang mempunyai nilai paling besar sampai paling kecil. Contoh : data bilangan 5, 2, 6, dan 4 dapat diurutkan naik menjadi 2, 4, 5, 6 atau diurutkan turun menjadi 6, 5, 4, 2. Pada data yang bertipe char, nilai data dikatakan lebih kecil atau lebih besar dari yang lain didasarkan pada urutan relatif (collating sequence) seperti dinyatakan dalam tabel ASCII. Keuntungan dari data yang sudah dalam keadaan terurut yaitu :
• Data mudah dicari, mudah untuk dibetulkan, dihapus, disisipi atau digabungkan. 
• Dalam keadaan terurutkan, kita mudah melakukan pengecekan apakah ada data yang hilang. Misalnya kamus bahasa, buku telepon. 
• Mempercepat proses pencarian data yang harus dilakukan berulang kali.

Beberapa algoritma metode pengurutan dan prosedurnya sebagai berikut :
1. Bubble Sort 
    Bubble Sort adalah suatu metode pengurutan membandingkan elemen yang sekarang dengan elemen berikutnya.
2. Selection Sort 
    Metode seleksi melakukan pengurutan dengan cara mencari data yang terkecil kemudian menukarkannya dengan data yang digunakan sebagai acuan atau sering dinamakan pivot.
3. Merger Sort 
    Algoritma Merge Sort ialah algoritma pengurutan yang berdasarkan pada strategi divide and conquer. Algoritma ini terdiri dari dua bagian utama, pembagian list yang diberikan untuk di-sort ke dalam beberapa sublist yang lebih kecil, dan sort (mengurutkan) dan merge (menggabungkan) sublist-sublist yang lebih kecil dalam list hasil yang sudah diurutkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Praktikum Jaringan Komputer

Rangkuman Praktikum Sistem Operasi